Metode-Metode Pengajaran Rasulullah ﷺ Bagian 1

Keteladanan Dengan Perilaku Yang Baik Dan Budi Pekerti Yang Luhur
Salah satu metode pengajaran Rasulullah ﷺ yang paling penting, agung dan istimewa adalah melalui praktek atau keteladanan dengan tingkah laku yang baik dan budi pekerti yang luhur. Rasulullah ﷺ ketika memerintahkan sesuatu, beliau sudah mempraktekkannya terlebih dahulu, baru kemudian orang-orang mengikuti beliau dan mempraktekkan sebagaimana yang mereka lihat. Akhlak beliau adalah al-Quran. Beliau berada di atas budi pekerti yang agung. Allah ﷻ telah menjadikan beliau sebagi teladan yang baik bagi para hamba-Nya sebagaimana firman Allah ﷻ:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Q.S. Al-Ahzab [33]: 21)
Metode pembelajaran melalui perbuatan dan praktek merupakan metode yang paling kuat dan berpengaruh di dalam hati, lebih cepat difahami dan dihafal, serta lebih menarik untuk ditiru dan diikuti daripada pengajaran dengan metode perkataan dan penjelasan. Metode ini juga merupakan metode yang alami. Inilah metode pengajaran beliau yang paling agung dan menonjol.


Diantara fakta pendukung bahwa penjelasan dengan perbuatan lebih kuat pengaruhnya daripada penjelasan dengan kata-kata adalah ketika Rasulullah ﷺ menandatnagani perjanjian damai dengan kaum kafir Quraisy di Hudaibiyah, beliau memerintahkan para sahabat agar bertahallul dari ihram dan menyembelih hewan qurban mereka. Beliau bersabda, “Bangkitlah kalian, lalu sembelihlah hewan qurban kalian dan cukurlah rambut kalian.”

Namun para sahabat berlambat-lambat untuk melaksanakan perintah beliau, karena mereka menganggap perjanjian itu tidak menguntungkan dan meykaini yang lebih utama adalah perang. Kemudian Rasulullah ﷺ menemui istri beliau ummu Salamah r.a, beliau mengabarkan kepadanya bahwa para sahabat mulai menyelisihi perintah beliau. Ummu Salamah menyarankan beliau agar mencukur kepala beliau dan menyembelih hewan qurban, agar para sahabat mengikuti beliau. Ketika para sahabat melihat Rasulullah ﷺ mencukur kepala dan menyembelih hewan qurban, mereka pun bangkit dan melakukan apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ.


Mengingat metode pengajaran beliau melalui perbuatan dan praktek langsung merupakan cara yang paling ampuh dan paling banyak dipakai dalam pengajaran beliau, maka berikut ini beberapa contoh yang termasuk dalam metode ini.

  1. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi dia berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah ﷺ berdiri di atas mimbar, lalu beliau menghadap kea rah kiblat dan bertakbir, sedangkan orang-orang berdiri di belakang beliau. Kemudian beliau membaca Al-Quran dan ruku’, maka ruku’lah orang-orang di belakang beliau. Kemudian beliau mengangkat kepalanya, setelah itu beliau mundur sehingga beliau bisa bersujud di tanah (lantai). Ketika selesai mengerjakan shalat, beliau menghadap kea rah orang-orang, lalu bersabda, “Wahai manusia, aku melakukan hal ini, semata-mata agar kalian bisa mengikutiku dan agar kalian belajar tata cara shalatku.”
  2. Abu Dawud, An-Nasai dan Ibnu Majah telah meriwayatkan dari Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya: Bahwasanya ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah ﷺ lalu berkata,”Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bersuci?” maka Rasulullah ﷺ minta diambilkan air dalam bejana. Lalu beliau membasuh kedua telapak tangan beliau tiga kali, lalu membasuh wajah tiga kali, kemudian membasuh kedua lengan tiga kali, selanjutnya mengusap kepala dan memasukkan dua telunjuk pada kedua telinganya, mengusap bagian luar kedua telingan dengan kedua ibu jari dan bagian dalamnya dengan kedua jari telunjuk, kemudian membasuh kedua kaki tiga kali tiga kali. Kemudian bersabda, “Beginilah cara berwudhu. Barangsiapa menambahi atau mengurangi yang seperti ini, maka dia telah berbuat kejelekan dan kedzhaliman.”
  3. Abu dawud meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a: Bahwasanya Rasulullah ﷺ pernah melewati seorang pemuda yang sedang menguliti kambing. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, “Minggirlah, agar aku bisa memperlihatkan kepadamu.” Kemudian beliau memasukkan tangannya di antara kulit dan daging. Lalu beliau menekan-nekan dengan tangannya hingga tangan beliau tersembunyi di ketiak domba itu. Lantas beliau bersabda, “Wahai anak muda, beginilah caranya, kulitilah.” Kemudian eliau pergi, lalu beliau mengimami shalat orang-orang tanpa berwudhu lagi.
    Inilah metode pengajaran pertama yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabat beliau yang sangat menyentuh dan meresap ke dalam kalbu para sahabat, yaitu melalui keteladanan yang baik dan akhlak yang mulia. Semoga kita sebagai guru bagi para siswa kita, dan orang tua bagi anak-anak kita bisa mengambil pelajaran dari apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ dan menerapkannya dalam pendidikan mereka sehari-hari.

Ustadz. Mulyana, S.Pd.I | Kabid Pendidikan & Pengajaran (Dikjar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *