9 Tips Agar Belajar Menjadi Menyenangkan

9 Tips Agar Belajar Menjadi Menyenangkan

Seringkali kita sebagai guru mendengar keluhan siswa yang mengatakan bahwa belajar itu membosankan, mengulang pelajaran itu menjemukan, mengerjakan latihan itu melelahkan dan keluhan-keluhan lain yang intinya mengatakan bahwa belajar itu tidak menyenangkan.

Berikut ini tulisan yang mencoba memberikan solusi cara belajar yang tidak membuat siswa atau bahkan kita sendiri menjadi sesuatu yang membebani. mudah-mudahan bermanfa’at.

1. Luruskan niat

Hal pertama yang harus dilakukan adalah menata niat kita. Niatkan proses belajar kita sebagai suatu ibadah kepada Allah swt yang apabila kita lakukan dengan sebaik-baiknya akan mendapatkan pahala dari-Nya.

2. Memilih teman yang baik

Untuk mencapai suatu tujuan yang baik, kita tentunya tidak bisa sendirian, kita akan membutuhkan support dari lingkungan yang termasuk di dalamnya adalah teman. Oleh karena itu bila kita ingin merasakan nikmatnya proses belajar, kita harus mempunyai teman-teman yang juga menyukai proses tersebut

3. Menciptakan kelompok diskusi

Agar kita lebih semangat dalam belajar dan membuat proses belajar menjadi menyenangkan kita juga perlu berinteraksi dengan teman-teman yang lain yang mempunyai kesamaan dengan kita dan membuat sebuah kelompok diskusi agar wawasan kita semakin luas dan kitapun semakin bergairah dalam belajar

4. Memilih pembimbing yang berjiwa mendidik

Faktor penting lainnya adalah faktor pembimbing. dengan memilih pembimbing yang berjiwa mendidik akan memudahkan kita dalam proses belajar sehingga belajar menjadi menyenangkan

5. Sesuaikan dengan kecenderungan cara belajar kita

Kenali cara belajar kita (Learning style analisys) dan sesuaikan cara belajar kita dengan gaya belajar ki ta,niscaya proses belajar kita akan menyenangkan

6. Belajarlah dengan santai

Buatlah proses belajar sebagai suatu yang santai dan tidak memaksa. Carilah tempat yang paling kita senangi untuk belajar.

7. Nikmatilah proses belajar

Sesuatu yang dinikmati, walaupun itu terlihat sulit, akan mengurangi beban, sebaliknya sesuatu yang tidak dinikmati, walaupun terlihat mudah akan terasa membebani kita.

8. Jadilah pembelajar mandiri

Jaga pola belajar dan jangan terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik

9. Cintai proses belajar

Seorang pecinta tentu akan dengan senang hati bersama apa yang ia cintai. demikian juga bila kita telah mencintai proses belajar, maka kita akan dengan senang hati untuk senantiasa melakukannya.

Ustadz. Mulyana, S.Pd.I | Kabid Pendidikan & Pengajaran (Dikjar)

Mengapa menuntut ilmu itu harus bertemu dengan guru?

Mengapa menuntut ilmu itu harus bertemu dengan guru?

Menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim dan muslimah. Saat ini dengan kemajuan teknologi yang ada, maka kita bisa mengambil ilmu dari berbagai macam sumber, baik bertemu langsung dengan guru sehingga bisa berinteraksi dua arah di dunia nyata ( di sekolah, madrasah, pesantren dll), bertemu dengan guru melalui sarana alat komunikasi sehingga bisa berinterkasi dua arah di dunia maya (google meet, zoom meeting, video call dll, menyimak ilmu yang disampaikan oleh guru melalui media sosial (youtube, facebook, Instagram dll), atau membaca tulisan para guru melalui buku-buku karya mereka ataupun tulisan mereka di media sosial.

Berbagai macam sarana tersebut sangat membantu para penuntut ilmu untuk memperdalam dan memperluas ilmu mereka, terlebih lagi pada saat ini kita masih menghadapi pandemic covid-19 yang entah kapan akan berakhir, sehingga segala aktifitas dibatasi, seperti aktifitas ekonomi, pendidikan, olahraga, bahkan ibadah. Hal ini menyebabkan aktifitas pendidkan yang biasanya dilakukan di sekolah dengan metode tatap muka langsung antara guru dengan para siswa diganti dengan pembelajaran melalui media internet.

Tentu akan ada perbedaan antara pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran melalui media internet dan media lainnya yang menyebabkan tidak bertemunya guru dengan para siswa secara langsung, diantaranya:

1. Berkurangnya keberkahan perjalanan menuntut ilmu

Jika menuntut ilmu di sekolah memerlukan perjalanan yang harus ditempuh, maka pembelajaran secara daring tidak memerlukan itu. Siswa cukup berada di rumah dan membuka aplikasi yang dibutuhkan, kemudian bisa langsung belajar dari rumah. Padahal keluarnya seseorang untuk menuntut ilmu adalah sebuah ibadah, bahkan dihitung seperti pahala jihad fi sabilillah, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi:

مَنْ خَرَجَ فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ

Artinya: “barangsiapa yang keluar dalam rangka menuntut ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia pulang”.

2. Berkurangnya adab terhadap guru

Jika menuntut ilmu di sekolah para siswa wajib berpakaian seragam yang rapih, bertemu dengan guru mengucapkan salam dan mencium tangan, duduk dengan rapih di dalam kelas, berinteraksi dengan guru dengan adab-adab yang biasa diajarkan, maka dengan pembelajaran daring adab-adab tersebut sering berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Seragam yang dipakai sekedarnya saja, ada yang memakai seragam atasnya saja (hanya yang terlihat di kamera) sementara bawahannya memakai celana untuk bermain, mengucapkan atau menjawab salam sekedarnya saja bahkan dengan posisi badan yang semaunya, kadang kala ketika guru sedang menjelaskan, siswa mematikan kamera dan melakukan aktifitas yang lain dsb. Padahal adab terhadap guru merupakan salah satu perintah Rasulullah saw, sebagaimana sabdanya:

تَعَلّمُواالعِلْمَ وَتَعَلّمُوْا لِلْعِلْمِ السّكِيْنَةَ وَالْوَقَا رَ وَتَوَاضَعُوْا لِمَنْ تَتَعَلّمُوانَ مِنْهُ

Artinya:

“Belajarlah kalian ilmu untuk ketentraman dan ketenangan serta rendah hatilah pada orang yang kamu belajar darinya”. (H.R Thabrani)

(تَعَلَّمُوْاوَعَلِّمُوْاوَتَوَاضَعُوْالِمُعَلِّمِيْكُمْ وَلَيَلَوْا لِمُعَلِّمِيْكُمْ ( رَواهُ الطَّبْرَانِيْ

Artinya:

“Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua, dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarkanmu.” (HR Tabrani)

3. Berkurangnya adab terhadap ilmu

Jika adab kepada guru berkurang, maka otomatis adab terhadap ilmu pun akan berkurang. Jika menuntut ilmu di sekolah para siswa dituntut untuk memiliki adab yang baik terhadap ilmu, seperti mendengarkan dengan baik penjelasan guru, duduk dengan penuh takdzim, memperlakukan sarana ilmu (seperti buku, alat tulis, al-Quran dll) dengan baik, maka dengan pembelajaran daring adab-adab tersebut sering kali dilupakan. Ada siswa yang belajar sambal tiduran, belajar sambil main game online, menaruh buku dan sarana-sarana belajar lainnya semaunya.

4. Hilangnya keteladanan para guru

Pembelajaran yang dilakukan secara langsung di sekolah, bukan hanya sekedar transfer ilmu dari guru terhadap para siswa, akan tetapi juga adanya keteladanan yang dicontohkan oleh para guru dalam kehidupan sehari-hari yang dilihat langsung oleh para siswa dan menjadi contoh bagi mereka, dengan pembelajaran daring, maka itu semua tidak akan bisa didapatkan oleh para siswa.

Demikianlah beberapa hal yang hilang dari proses pendidikan kita jika hanya dilakukan secara daring. Semoga kita bisa mendapatkan manfa’at daripaadanya. aamiin

Ustadz. Mulyana, S.Pd.I | Kabid Pendidikan & Pengajaran (Dikjar)

Copyright © 2026 LPIT Mutiara Hikmah

© 2014-2025 LPIT Mutiara Hikmah. All Rights Reserved.